Cara Membuat Penipu Mengembalikan Uang Kita dengan Cepat

Cara Membuat Penipu Mengembalikan Uang Kita

Perkembangan teknologi memang banyak memberikan dampak yang positif bagi banyak orang. Namun, hal tersebut juga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan sebuah kejahatan yaitu penipuan. Jenis penipuan yang kerap terjadi adalah belanja online.

5 Cara Membuat Penipu Mengembalikan Uang Kita

Apabila mengalami penipuan tersebut, cobalah melakukan cara membuat penipu mengembalikan uang kita berikut ini:

1. Datangi Bank

Pertama, orang yang terkena penipuan harus mendatangi bank terlebih dahulu dengan membawa bukti transfer berupa struk ataupun SMS. Struk atau SMS ini menjadi bukti yang kuat bahwa korban benar-benar sudah mengirimkan sejumlah uang kepada pihak penjual. Bukti transfer ini akan diminta oleh Customer Service untuk dilakukan proses selanjutnya.

2. Ceritakan Kronologi Kejadian

Korban pun akan ditanya oleh Customer Service mengenai kronologi kejadian dari terjadinya penipuan tersebut. Sebagai korban harus menceritakan secara detail kronologi kejadiannya dengan jujur. Korban tidak boleh mengada-ada mengenai kejadian tersebut karena pasti ketahuan apabila korban berbohong.

Kejadian yang dialami oleh korban juga harus diceritakan secara runtut agar Costumer Service dapat memahami dengan jelas kejadiannya serta bisa melakukan tindak lanjut. Setelah ini, CS akan mengumpulkan data korban dan bukti transaksi guna melakukan penyelidikan. Korban pun tinggal menunggu saja dengan tenang tanpa perlu merasa cemas karena semua dapat teratasi.

3. Tunggu Pihak Bank Akan Hubungi Penipu

Cara membuat penipu mengembalikan uang kita yang selanjutnya adalah menunggu pihak bank yang akan segera menghubungi pihak penipu dengan cara melacak rekening yang digunakan untuk transfer. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa di dalam bukti transfer tersebut tercantum nomor rekening dari si penerima uang sehingga mudah sekali untuk melakukan pelacakan.

Apabila nomor yang dihubungi memang benar dari pihak pelaku, maka rekening dari pelaku akan segera dibekukan oleh pihak bank. Langkah ini diambil agar pelaku tidak bisa melakukan transaksi apapun. Hal tersebut tentu akan membuat pelaku menjadi jera dan memiliki niatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang tercela tersebut.

4. Ikuti Proses Mediasi

Pihak bank akan memberikan fasilitas berupa mediasi antara kedua belah pihak. Nantinya pihak bank akan mengundang pelaku dan juga korban untuk bertemu baik langsung ataupun daring. Pada sesi ini, biasanya dari pihak korban hanya meminta untuk uangnya dikembalikan sesuai dengan jumlah yang telah ditransfer ke rekening penipu.

Bila mediasi dianggap gagal maka pihak bank mau tidak mau harus bekerjasama dengan polisi untuk mengusut kasus ini. Pihak polisi akan melakukan proses lebih lanjut yaitu memasukkan penipu ke dalam DPO yang nantinya akan segera ditangkap. Penipu akan dimintai keterangan mengenai kejadian tersebut dan dipaksa untuk mengembalikan sejumlah uang yang pernah diterima.

5. Tunggu Proses Pengembalian

Apabila seluruh proses telah dilalui dengan benar, maka jika beruntung dana yang dimiliki oleh pengguna akan dikembalikan. Yakni dengan cara ditransfer ke rekening yang dimiliki oleh pengguna. Namun, perlu untuk diketahui bahwa peluang keberhasilan ini terbilang kecil. Apalagi jika yang melakukan penipuan adalah sindikat.

Walau demikian, tetap tidak ada salahnya untuk mengikuti rangkaian cara di atas. Lantaran semisal tidak berhasil melakukan pengembalian, paling tidak upaya penipuan serupa dapat dihentikan. Sehingga mengurangi potensi orang lain untuk menjadi korban selanjutnya.

Itulah cara membuat penipu mengembalikan uang kita yang bisa dicoba. Poin yang paling penting dalam kasus seperti ini adalah bukti transaksi jangan sampai dihilangkan agar proses hukum dapat berjalan. Apabila memang hilang, cobalah untuk menggunakan riwayat pengiriman uang yang tersedia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.