Perbedaan SNMPTN dan SBMPTN


SNMPTN dan SBMPTN sekarang marak sekali diperbincangkan khususnya dari kalangan para siswa kelas 12. Bagi mereka yang sudah merencanakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi pasti sudah mencari informasi  tentang SNMPTN ataupun SBMPTN. Namun, banyak juga yang masih awam dengan kedua hal tersebut. Nah, disini kita akan membahas tentang perbedaan SNMPTN dan SBMPTN.

SNMPTN adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur rapor. Pola dari seleksi ini melalui hasil penelusuran prestasi akademik dari siswa menggunakan nilai rapor dari semester 1 hingga semester 5. 

SNMPTN hanya bisa diikuti oleh fresh graduate sedangkan bagi alumni sudah tidak bisa mengikuti SNMPTN melainkan masuk jalur SBMPTN. Peserta SNMPTN bisa dari SMA/MA dan SMK/MAK dengan masa belajar 6 - 7 tahun (bagi smk yang masa belajarnya 4 tahun) serta Portofolio Akademik. Selain itu, penilaian SNMPTN dilihat juga dari indeks sekolah serta prestasi alumni. Jadi bisa disebut seleksi tanpa tes karena hanya menggunakan nilai rapor.

SNMPTN tahun ini menyediakan kuota sebanyak 50% dari kapasitas bangku kuliah yang disediakan atau kurang lebih 50 hingga 200 kursi dan sisanya akan diberikan kepada mereka yang lolos di jalur lain seperti SBMPTN atau UM (Ujian Mandiri).

Itu tadi penjelasan seputar SNMPTN sedangkan SBMPTN merupakan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Perbedaannya begitu mencolok karena SBMPTN merupakan seleksi masuk PTN yang umum, yaitu menggunakan nilai ujian tertulis. SBMPTN ini diselenggarakan oleh semua PTN secara serentak. Tidak seperti SNMPTN, karena pada SBMPTN saat SMA/sederajat tidak diperhitungkan nilainya. Yang diperhitungkan hanyalah nilai dari hasil ujian tulis masuk PTN tersebut. 

Sistem penilaian SBMPTN dinilai dari jawaban tes. Jika jawaban benar maka akan mendapat 4 point, jika jawaban salah dikurangi 1 point dan jika jawaban kosong maka tidak mendapat point. Itu menurut sistem penilaian hari tahun lalu. Biasanya peraturan dan sistem penilaian setiap tahun akan berganti.

SBMPTN memiliki tingkat kesulitan yang tinggi daripada Ujian Nasional. Ibaratnya UN adalah kota sedangna SBMPTN adalah negara. Maka tidak heran jika banyak calon peserta SBMPTN yang tidak lolos. 
Untuk memperjelas perbedaannya cermati penjelasan berikut!

1. Singkatan 
SNMPTN dan SBMPTN, perbedaannya terletak pada huruf N dan B. Untuk N pada SNMPTN berarti Nasional sedangkan B pada SBMPTN adalah Bersama. Jadi SNMPTN dilakukan secara Nasional sedangkan SBMPTN dilakukan secara bersama dan serentak.

2. Waktu Pelakasanaan Seleksi
Waktu pelaksanaan seleksi jelas berbeda. Biasanya SNMPTN akan dilaksanakan terlebih dahulu kemudian SBMPTN akan dilaksanakan setelah SNMPTN. Jadi, jangan khawatir jik atidak lolos SNMPTN masih bisa daftar SBMPTN.

3. Proses seleksi
Proses seleksi SNMPTN diukur melalui nilai rapor 5 semester terakhir. Sedangkan SBMPTN dilakukan melalui ujian tertulis. Terdapat 2 ujian tertulis yaitu Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD). kedua ujian tertulis tersebut dilakukan dalam waktu sehari. 

4. Biaya pendaftaran
Biaya untuk SNMPTN gratis, sehingga siswa tidak mengeluarkan biaya sepeserpun sebab semua biaya akan dibiayai oleh pemerintah. Sedangkan untuk SBMPTN akan dikenakan biaya sebesar Rp. 200.000 . Menurut pelaksanaan SBMPTN tahun kemarin.

5. Peluang
Peluang SNMPTN minimal di setiap PTN adalah 40% dari kuota mahasiswa baru yang telah disediakan serta terdapat beberapa persyaratan yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah (A, B, C dan lainnya). Sementara pada SBMPTN peluangnya hanya 30% dari kuota mahasiswa baru.

6. Peserta
Peserta SNMPTN hanya boleh diikuti oleh kelas 12 SMA/sederajat yang lulus pada tahun itu dan tidak boleh diikuti oleh alumni. Sedangkan SBMPTN dapat dilakukan oleh kelas 12 juga alumni (maksimal 3 tahun setelah kelulusan).


Show EmoticonHide Emoticon